Sabtu, 19 Agustus 2017
Seorang penuntut ilmu, jika tidak menghiasi diri dengan
akhlak yang mulia, maka tidak ada faidah menuntut ilmunya, simak penjelasan
berikut ini
Perhatikan Adab dan Akhlakmu Wahai Penuntut Ilmu
Sebuah nasihat yang sangat bagus bagi kaum muslimin
khususnya bagi para penuntut ilmu agama. Ilmu agama yang mulia ini hendaknya
selalu digandengkan dengan akhlak yang mulia. Terlebih para da‘i yang akan
menyeru kepada kebaikan dan menjadi sorotan oleh masyarakat akan kegiatan
keseharian dan muamalahnya. Nasehat tersebut dari seorang ulama yaitu syaikh
Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah, beliau berkata,
“Seorang penuntut ilmu, jika tidak
menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, maka tidak ada faidah menuntut
ilmunya.”[1]
Memang demikian contoh dari para ulama sejak dahulu, mereka
sangat memperhatikan adab dan akhlak. Jangan sampai justru dakwah rusak karena
pelaku dakwah itu sendiri yang kurang adab dan akhlaknya. Ulama dahulu
benar-benar mempelajari adab dan akhlak bahkan melebihi perhatian terhadap
ilmu.
Abdullah bin Mubarak rahimahullah berkata,
“Saya mempelajari adab selama tiga
puluh tahun dan saya mempelajari ilmu (agama) selama dua puluh tahun, dan
ada-lah mereka (para ulama salaf) memulai pelajaran mereka dengan mempelajari
adab terlebih dahulu kemudian baru ilmu”.[2]
Hendaknya kaum muslimin terutama para penuntut ilmu dan dai
sangat memperhatikan hal ini. Jika setiap orang atau sebuah organisasi, kita
permisalkan. Mereka punya target dan tujuan tertentu, maka tujuan Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus adalah untuk memperbaiki dan
menyempurnakan akhlak manusia. Kita berupaya untuk mewujudkan hal ini.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Aku diutus untuk menyempurnakan
akhlak yang mulia.” [3]
Berhiaslah dengan Akhlak Mulia
Beliau memerintahkan kita agar bergaul dan bermuamalah
dengan manusia berhiaskan akhlak yang mulia.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bergaulah dengan manusia dengan
akhlak mulia.”[4]
Beliau adalah suri teladan bagi kaum muslimin dan beliaupun
sudah mencontohkan kepada kita akhlak beliau yang sangat mulia dalam berbagai
kisah sirah beliau. Allah memuji akhlak beliau dalam Al-Quran.
Allah Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya engkau (wahai
Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur” (Al-Qalam: 4).
Demikian juga pujian dari istri beliau, perlu diketahui
bahwa komentar dan testimoni istri pada suami adalah salah satu bentuk
perwujudan akhlak sebenarnya seseorang. ‘A`isyah berkata mengenai akhlak Nabi
Shallallahu ‘alaih wa sallam,
“Akhlak beliau adalah Al-Quran.”[5]
Seperti Apa Akhlak
Mulia Itu?
Definisinya akhlak mulia cukup sederhanya, sebagaimana ulama
menerangkan,
Akhlak mulia adalah
[1] berbuat baik kepada orang lain
[2] menghindari sesuatu yang menyakitinya
[3] dan menahan diri ketika disakiti”[6]
Mari kita wujudkan akhlak yang mulia, mempelajari bagaimana
akhlak mulia dan dalam Islam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Balasan akhlak mulia sangat besar yaitu masuk surga dan merupakan sebab
terbanyak orang masuk surga
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Sumber: muslim
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Popular Posts
-
Seorang penuntut ilmu, jika tidak menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, maka tidak ada faidah menuntut ilmunya, simak penjelasan berikut...
-
Sumber vitamin D– Sumber vitamin D sebetulnya ada tidak sedikit sekali mulai dari sereal, buah, sayuran, olahan daging, ikan, dan beda seba...
-
Bagi masyarakat Ambon sagu tidak hanya dicicipi sebagai makanan pokok berupa Pepeda, namun sagu dapat juga diubah menjadi Bubur yang sedap....
-
Pesona Indonesia Obyek wisata Maribaya terletak selama 4 Km di tenggara Lembang, di unsur utara Bandung, mempunyai sumber mata air panas, t...
-
Ada banyak software Android yang bisa kamu pakai dan anda manfaatkan untuk menciptakan performa smartphone menjadi lebih ngebut dan kencang...

0 komentar:
Posting Komentar